Akreditasi Paripurna Adalah: Arti, Predikat dan 16 Bab STARKES

Sampul artikel Pengertian, Manfaat, dan Cara Mencapai Akreditasi Rumah Sakit Paripurna
Table of Contents

Akreditasi paripurna adalah predikat kelulusan tertinggi dalam akreditasi rumah sakit di Indonesia. Predikat ini diberikan kepada rumah sakit yang dinilai memenuhi standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara menyeluruh, bukan hanya pada sebagian kelompok standar yang disurvei. Kata paripurna sendiri berarti lengkap, penuh, atau menyeluruh, dan di sinilah asal maknanya: tidak ada bab yang tertinggal.

Penilaiannya kini memakai Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES) versi Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1596/2024, yang berisi 16 bab, 228 standar, dan 805 elemen penilaian. Banyak penjelasan yang masih beredar di internet menerangkan paripurna dengan kerangka 15 bab dan ambang 80% per bab. Kerangka itu berasal dari SNARS Edisi 1 dan sudah dua generasi standar tertinggal, jadi sebaiknya tidak dijadikan pegangan lagi.

Memahami Akreditasi Rumah Sakit Paripurna

Akreditasi rumah sakit adalah proses penilaian mutu yang dilakukan lembaga independen terhadap pelayanan dan keselamatan pasien di sebuah rumah sakit. Selama bertahun-tahun peran itu identik dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Sejak Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, penyelenggara akreditasi tidak lagi tunggal: ada beberapa lembaga penyelenggara akreditasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, sehingga sertifikat yang sah tidak selalu bertuliskan KARS. Perbandingan lengkapnya kami bahas di artikel STARKES vs SNARS dan peran LIPA.

Akreditasi Rumah Sakit Paripurna adalah puncak dari penilaian itu. Predikat ini diberikan kepada rumah sakit yang menunjukkan kinerja baik di seluruh aspek pelayanan kesehatan. Standarnya ketat, mencakup keselamatan pasien, kualitas layanan medis, tata kelola, sampai fasilitas dan infrastruktur. Jadi ini bukan sekadar soal memiliki gedung yang bagus, melainkan soal apakah seluruh sistem di dalamnya benar-benar bekerja.

Arti Kata Paripurna dan Posisinya di Antara Predikat Lain

Dalam bahasa Indonesia, paripurna berarti lengkap atau sempurna. Istilah yang sama dipakai di luar dunia rumah sakit, misalnya rapat paripurna yang berarti rapat lengkap. Dalam akreditasi, kata itu dipakai untuk hasil survei yang tidak menyisakan kelompok standar dengan capaian rendah.

Di bawah paripurna masih ada predikat kelulusan lain dengan capaian yang lebih terbatas, dan ada pula kemungkinan sebuah rumah sakit dinyatakan tidak terakreditasi. Yang perlu dicatat: ambang angka yang menentukan batas antarpredikat ditetapkan dalam aturan pengambilan keputusan lembaga penyelenggara akreditasi mengikuti standar yang berlaku, dan angka itu berubah ketika standarnya berganti. Karena itu kami sengaja tidak memindahkan persentase dari instrumen lama ke instrumen sekarang. Rumah sakit yang sedang menyiapkan survei sebaiknya mengambil ambang resmi dari pedoman lembaga penyelenggara akreditasi yang dipakai, bukan dari artikel populer.

Perlu diluruskan juga satu istilah yang sering muncul di pencarian: sebutan “bintang lima” untuk akreditasi paripurna bukan istilah resmi. Tidak ada sistem bintang dalam akreditasi rumah sakit; yang ada adalah predikat kelulusan.

Dasar Hukum dan Standar yang Berlaku Saat Ini

Ada tiga rujukan yang perlu dipisahkan supaya tidak tertukar:

  • Standar akreditasinya — KMK HK.01.07/MENKES/1596/2024, ditetapkan 4 Oktober 2024, yang mencabut KMK HK.01.07/MENKES/1128/2022. Strukturnya 16 bab, 228 standar, 805 elemen penilaian. Materi pelatihan atau dokumen internal yang masih menyebut 1128/2022 sebagai acuan aktif perlu diperbarui.
  • Penyelenggara akreditasinya — Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 membuka ruang bagi lebih dari satu lembaga penyelenggara akreditasi.
  • Standar bangunan dan prasarananya — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan rumah sakit, yang menggantikan kerangka lama untuk persyaratan bangunan. Pergantian ini tidak mengubah standar akreditasinya; STARKES tetap berlaku. Rinciannya kami uraikan di ulasan Permenkes 6/2026.

Memisahkan ketiganya penting karena banyak rumah sakit menyiapkan dokumen akreditasi dengan mengutip peraturan bangunan yang sudah dicabut, lalu temuannya baru ketahuan saat surveior menelusuri bukti.

Manfaat Nyata dari Akreditasi Paripurna

Mencapai akreditasi paripurna bukan hanya soal mendapatkan sertifikat. Ada dampak yang terasa bagi semua pihak yang terlibat.

Pelayanan yang Lebih Berkualitas

Standar yang ketat memastikan setiap pasien mendapat perawatan yang profesional dan sesuai perkembangan medis terbaru. Ini berarti diagnosis yang lebih akurat, pengobatan yang lebih efektif, dan perawatan yang lebih personal.

Keamanan Pasien yang Utama

Keselamatan pasien adalah prioritas utama. Akreditasi memastikan setiap prosedur medis dijalankan dengan hati-hati, lingkungan rumah sakit bersih dan steril, serta risiko infeksi dan kesalahan medis ditekan. Ini memberi rasa aman bagi pasien dan keluarganya.

Kepercayaan yang Tumbuh

Rumah sakit dengan akreditasi paripurna mendapat kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat. Pasien merasa lebih yakin memilih fasilitas kesehatan yang kualitasnya sudah dinilai pihak ketiga. Predikat ini juga kerap menjadi pertimbangan dalam kerja sama dengan penjamin dan mitra layanan.

Kemajuan Industri Kesehatan

Dengan rumah sakit yang terus meningkatkan kualitas, layanan kesehatan secara keseluruhan ikut berkembang. Terbentuk lingkungan di mana tenaga medis terus belajar dan meningkatkan kompetensinya sesuai standar global.

Langkah-Langkah Menuju Akreditasi Paripurna

Mencapai akreditasi paripurna adalah perjalanan panjang yang menuntut komitmen dan kerja keras. Berikut langkah-langkah penting yang perlu ditempuh rumah sakit. Urutan tahapan administratifnya, dari pendaftaran sampai penetapan hasil, kami rinci terpisah di panduan tahapan akreditasi rumah sakit.

Manajemen dan Kebijakan yang Kuat

Rumah sakit harus punya kebijakan yang jelas dan berjalan terkait mutu layanan dan keselamatan pasien. Manajemen yang baik adalah kunci penerapan standar akreditasi.

Sumber Daya Manusia yang Unggul

Tenaga medis dan staf perlu terus mengembangkan keterampilan lewat pelatihan berkala. Bukti pelatihan dan kredensial staf termasuk yang paling sering ditelusuri surveior.

Lingkungan yang Bersih dan Aman

Kebersihan dan sterilisasi tidak bisa ditawar. Ruang bersih yang memenuhi standar berperan penting untuk mencegah infeksi dan menjaga keselamatan pasien, terutama di area berisiko tinggi seperti kamar operasi dan ruang perawatan intensif.

Fasilitas Medis yang Lengkap dan Terawat

Peralatan medis dan fasilitas penunjang harus dalam kondisi laik pakai, lengkap dengan catatan pemeliharaan dan kalibrasinya. Alat yang berfungsi tetapi tidak punya riwayat pemeliharaan tetap menjadi temuan.

Dokumen dan Bukti yang Tertata

Sebagian besar penilaian bertumpu pada bukti tertulis: regulasi internal, notulen, laporan indikator mutu, sampai rekam medis. Daftar dokumen yang perlu disiapkan sudah kami susun di checklist dokumen persyaratan akreditasi. Untuk rekam medis, kewajiban penyelenggaraan secara elektronik juga ikut dinilai; pembahasannya ada di artikel rekam medis elektronik dan akreditasi.

Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Audit internal rutin membantu rumah sakit menemukan area yang perlu diperbaiki sebelum surveior datang. Ini proses yang tidak berhenti, karena mutu layanan selalu bisa ditingkatkan.

Bagian Bangunan dan Prasarana yang Ikut Menentukan

Sebagian elemen penilaian tidak bisa dipenuhi lewat dokumen saja karena menyangkut kondisi fisik ruangan. Area yang biasanya paling menyita perhatian:

  • Kamar operasi — zonasi dari area kotor ke area steril, tekanan udara, dan tingkat kebersihan udara. Acuan teknisnya kami bahas di standar ruang operasi rumah sakit, dan alasan cleanroom menjadi standarnya ada di ulasan cleanroom ruang operasi.
  • Ruang farmasi sitostatika — pemisahan ruang, tekanan negatif, dan kabinet keamanan biologis untuk melindungi petugas peracik.
  • Sterilisasi pusat — alur satu arah dari area kotor ke area bersih tanpa persilangan.
  • Ruang isolasi — arah aliran udara dan ruang antara yang berfungsi sebagaimana mestinya, bukan sekadar ada di gambar.
  • Bukti pemeliharaan — catatan penggantian filter, hasil uji, dan kalibrasi alat ukur. Ruangan yang secara desain benar tetap bisa jadi temuan bila tidak ada riwayat perawatannya.

Keterkaitan antara indikator penilaian dan kesiapan bangunan ini kami uraikan lebih jauh pada indikator dan kriteria penilaian akreditasi serta persiapan ruang operasi menghadapi survei akreditasi.

Cara Memeriksa Status Akreditasi Sebuah Rumah Sakit

Predikat akreditasi punya masa berlaku, sehingga plakat yang terpasang di lobi belum tentu mencerminkan status terkini. Beberapa hal yang bisa dicek:

  1. Lihat sertifikatnya, bukan hanya plakatnya. Sertifikat memuat nama lembaga penyelenggara akreditasi, tanggal penetapan, dan masa berlakunya.
  2. Perhatikan standar yang dipakai. Sertifikat terbaru merujuk standar akreditasi yang berlaku sekarang, bukan standar edisi lama.
  3. Cocokkan dengan daftar rumah sakit terakreditasi yang diterbitkan lembaga penyelenggara akreditasinya.
  4. Ingat bahwa predikat berlaku untuk rumah sakit secara keseluruhan pada saat survei, bukan jaminan permanen atas setiap unit layanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Akreditasi paripurna adalah apa?

Predikat kelulusan tertinggi dalam akreditasi rumah sakit, diberikan ketika hasil survei menunjukkan pemenuhan standar yang menyeluruh di seluruh kelompok standar yang dinilai, bukan hanya di sebagian bab.

Apa arti kata paripurna?

Lengkap, penuh, atau menyeluruh. Dalam konteks akreditasi, maknanya adalah tidak ada kelompok standar yang capaiannya tertinggal jauh dari yang lain.

Apakah akreditasi paripurna sama dengan bintang lima?

Tidak. Akreditasi rumah sakit tidak memakai sistem bintang. Sebutan bintang lima hanya istilah percakapan sehari-hari, bukan predikat resmi.

Apakah akreditasi paripurna hanya dikeluarkan KARS?

Tidak lagi. Setelah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, akreditasi dapat diselenggarakan oleh lebih dari satu lembaga penyelenggara akreditasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, sehingga sertifikat yang sah bisa berasal dari lembaga selain KARS.

Standar apa yang dipakai untuk menilai akreditasi sekarang?

Standar Akreditasi Rumah Sakit versi KMK HK.01.07/MENKES/1596/2024 yang ditetapkan 4 Oktober 2024, berisi 16 bab, 228 standar, dan 805 elemen penilaian. Standar ini mencabut KMK HK.01.07/MENKES/1128/2022.

Apakah Permenkes 6/2026 mengubah standar akreditasi?

Tidak. Permenkes 6/2026 mengatur penyelenggaraan rumah sakit termasuk persyaratan bangunan dan prasarana. Standar akreditasinya tetap STARKES, tetapi rujukan teknis bangunan yang dipakai dalam dokumen akreditasi perlu disesuaikan.

Wujudkan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik

Akreditasi Rumah Sakit Paripurna adalah lebih dari sekadar pencapaian. Ini komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, dan sebagian dari komitmen itu berwujud sangat fisik: ruangan yang dirancang benar, dirawat, dan bisa dibuktikan kinerjanya saat survei.

PT Sunrise Purification Technology mengerjakan cleanroom, modular operating theatre, dan ruang steril rumah sakit yang disiapkan untuk memenuhi tuntutan itu. Jika rumah sakit Anda sedang bersiap menghadapi survei akreditasi dan ingin memastikan sisi bangunannya tidak menjadi temuan, silakan hubungi tim kami untuk membicarakan kebutuhannya.