6 Indikator Penilaian Akreditasi Rumah Sakit 2026 & Kriterianya

Sampul artikel Apa Saja Indikator dan Kriteria Penilaian Akreditasi Rumah Sakit
Table of Contents

Akreditasi rumah sakit bukan sekadar stempel formalitas. Ia adalah penilaian berkala atas mutu layanan dan keselamatan pasien — dan sejak Indonesia beralih ke kerangka STARKES, penilaiannya menyentuh lebih dalam ke hal-hal yang selama ini dianggap sekadar urusan teknis: kondisi fisik ruang steril, tekanan udara antar-ruang, sampai alur bersih-kotor.

Artikel ini membedah enam indikator utama yang dinilai saat survei akreditasi beserta kriterianya, dasar hukum yang berlaku sekarang, bagaimana status kelulusan ditetapkan, dan bagian mana dari penilaian itu yang bergantung pada kesiapan bangunan — bagian yang paling sering baru ketahuan celahnya saat self-assessment sudah berjalan.

Dasar Hukum Penilaian Akreditasi yang Berlaku Saat Ini

Sebelum membahas indikatornya, penting memastikan Anda memakai acuan yang benar. Standar penilaian akreditasi rumah sakit saat ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit, yang ditetapkan pada 4 Oktober 2024. KMK ini mencabut dan menyatakan tidak berlaku KMK HK.01.07/MENKES/1128/2022 yang sebelumnya menjadi acuan STARKES. Instrumen barunya disusun ulang menjadi 16 bab dengan 228 standar.

Dua regulasi lain melengkapi kerangka ini:

  • UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan — menjadi payung hukum bagi beroperasinya lebih dari satu Lembaga Independen Penyelenggara Akreditasi (LIPA), menggantikan era penyelenggara tunggal.
  • Permenkes No. 6 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Rumah Sakit — mengatur persyaratan bangunan dan prasarana rumah sakit, yang menjadi rujukan saat surveior menilai kesesuaian fisik fasilitas.

Satu peringatan praktis: sebagian besar materi tentang penilaian akreditasi yang beredar di internet Indonesia masih menggunakan instrumen SNARS Edisi 1 dengan 15 bab. Materi itu sudah dua generasi standar di belakang. Kalau tim mutu Anda menyiapkan dokumen berdasarkan artikel atau slide lama, kemungkinan besar pemetaan bab dan bobot penilaiannya tidak lagi cocok. Kami membahas perbedaan kedua kerangka ini di STARKES vs SNARS: perbedaan akreditasi RS 2026, termasuk siapa saja LIPA yang berwenang. Untuk konteks historisnya, lihat juga ulasan kami tentang Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dan implementasinya.

Enam Indikator Penilaian Akreditasi Rumah Sakit

Di balik ratusan elemen penilaian, materi yang dinilai surveior bermuara pada enam kelompok indikator berikut.

1. Keselamatan Pasien

Keselamatan pasien adalah jantung dari setiap layanan kesehatan, dan dalam instrumen akreditasi ia diterjemahkan menjadi sasaran-sasaran yang sangat konkret: identifikasi pasien secara benar, komunikasi efektif antar-petugas, keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat lokasi dan tepat prosedur pada tindakan bedah, pengurangan risiko infeksi, serta pencegahan pasien jatuh.

Yang dinilai bukan keberadaan dokumennya, melainkan bukti kepatuhan di lapangan. Surveior akan menelusuri apakah SPO benar-benar dijalankan, apakah insiden dilaporkan dan ditindaklanjuti, dan apakah staf bisa menjelaskan alasan di balik prosedur yang mereka lakukan. Di sinilah ruang dengan standar kebersihan terkendali — kamar operasi, ruang tindakan steril, ruang rawat isolasi — berperan sebagai lapis pertahanan terakhir dari infeksi terkait pelayanan kesehatan.

2. Mutu Pelayanan Medis

Mutu pelayanan medis dinilai dari kesesuaian praktik terhadap panduan klinis yang berlaku, kontinuitas layanan dari pendaftaran sampai pemulangan, serta hasil yang terukur — bukan dari kelengkapan berkas semata. Rumah sakit perlu menunjukkan indikator mutu yang dipilih, cara pengumpulan datanya, dan apa yang dilakukan ketika angkanya tidak tercapai.

Kriteria yang biasanya diperiksa mencakup kepatuhan terhadap panduan praktik klinis, waktu tunggu layanan, angka kejadian yang tidak diharapkan, dan tindak lanjut atas hasil audit klinis. Tim medis dituntut kompeten sekaligus terdokumentasi kompetensinya melalui kredensial dan rekredensial yang berjalan.

3. Manajemen Rumah Sakit

Kelompok ini menilai tata kelola: kejelasan struktur dan kewenangan, kualifikasi dan pendidikan staf, manajemen fasilitas dan keselamatan, manajemen informasi termasuk rekam medis elektronik, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel.

Manajemen fasilitas dan keselamatan adalah bab yang paling sering menyeret tim teknis: di dalamnya termasuk program pemeliharaan sistem utilitas, penanganan bahan berbahaya, kesiapsiagaan bencana, keselamatan kebakaran, serta pengelolaan peralatan medis. Program pemeliharaan sistem HVAC dan penggantian filter berkala masuk ke dalam kelompok ini, lengkap dengan bukti jadwal dan catatan pelaksanaannya.

4. Fasilitas dan Infrastruktur

Fasilitas fisik dinilai dari kesesuaiannya terhadap fungsi layanan yang diselenggarakan. Ruang operasi, laboratorium, farmasi, ruang sterilisasi, dan ruang perawatan harus memenuhi persyaratan teknis bangunan rumah sakit yang berlaku, termasuk aspek yang tidak terlihat mata seperti klasifikasi kebersihan udara, arah aliran udara, dan pemisahan alur bersih dengan alur kotor.

Inilah indikator yang paling mahal untuk diperbaiki di menit-menit terakhir. Menambah dokumen bisa dilakukan dalam hitungan minggu; membongkar plafon untuk menambah unit filtrasi atau memperbaiki pola tekanan antar-ruang tidak bisa.

5. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Infeksi yang didapat selama perawatan adalah ancaman nyata bagi pasien sekaligus tenaga medis. Program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dinilai secara menyeluruh: kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan limbah infeksius, proses dekontaminasi dan sterilisasi instrumen, surveilans infeksi, hingga pengendalian lingkungan.

Pengendalian lingkungan inilah yang bersinggungan langsung dengan sistem tata udara. Ruang yang seharusnya bertekanan positif tetapi ternyata negatif, filter yang kadaluwarsa tanpa catatan penggantian, atau ruang isolasi yang laju pergantian udaranya di bawah rancangan adalah temuan yang berulang kali muncul saat visitasi — dan semuanya terukur, bukan soal penilaian subjektif surveior.

6. Kepuasan Pasien dan Keluarga

Indikator terakhir menilai bagaimana rumah sakit memenuhi hak pasien dan keluarga: keterbukaan informasi, persetujuan tindakan, penanganan keluhan, privasi, serta akses terhadap layanan. Rumah sakit perlu menunjukkan mekanisme pengumpulan umpan balik yang berjalan dan — yang lebih sering menjadi temuan — bukti bahwa umpan balik itu benar-benar ditindaklanjuti menjadi perbaikan.

Bagaimana Status Kelulusan Akreditasi Ditetapkan

Alurnya berjalan seperti ini: rumah sakit mendaftar ke salah satu LIPA yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan, melakukan self-assessment terhadap seluruh elemen penilaian, kemudian menjalani survei lapangan berupa telusur dokumen, telusur pasien, wawancara staf, dan observasi langsung ke unit-unit kritis. Hasil survei dituangkan menjadi keputusan status akreditasi, diikuti kewajiban menindaklanjuti rekomendasi perbaikan sebelum siklus berikutnya.

Istilah tingkat kelulusan yang dikenal luas — paripurna, utama, madya, dan tidak terakreditasi — berasal dari skema penilaian sebelumnya dan masih dipakai sehari-hari oleh manajemen rumah sakit. Namun ambang persentase yang banyak beredar, misalnya “paripurna bila 15 bab semuanya bernilai minimal 80%”, berasal dari instrumen SNARS Edisi 1 dan tidak bisa dipindahkan begitu saja ke instrumen yang berlaku sekarang, yang jumlah babnya sudah berbeda. Pastikan tim mutu Anda mengambil kriteria kelulusan dari dokumen LIPA yang Anda pilih, bukan dari artikel lama.

Untuk memetakan kesiapan dokumen sebelum jadwal survei ditetapkan, lihat checklist dokumen persyaratan akreditasi RS paripurna dan tahapan akreditasi rumah sakit menuju sertifikasi paripurna.

Indikator Mana yang Bergantung pada Kesiapan Bangunan?

Dari enam indikator di atas, tiga bersinggungan langsung dengan kondisi fisik fasilitas: keselamatan pasien, fasilitas dan infrastruktur, serta pencegahan dan pengendalian infeksi. Berikut titik-titik yang paling sering menjadi temuan teknis:

  • Kamar operasi — klasifikasi kebersihan udara di zona steril, pola aliran udara, perbedaan tekanan terhadap koridor, dan kondisi filter akhir. Panduan lengkapnya kami bahas di standar ruang operasi rumah sakit.
  • Ruang farmasi sitostatika — salah satu ruang dengan tingkat kegagalan tertinggi saat visitasi karena menuntut tekanan negatif terkendali sekaligus perlindungan produk. Rinciannya ada di checklist standar ruang cytotoxic rumah sakit.
  • Ruang sterilisasi pusat — pemisahan zona kotor, bersih, dan steril yang tidak boleh bersilangan, disertai arah aliran udara yang mendukung pemisahan itu.
  • Ruang isolasi — laju pergantian udara dan arah tekanan yang sesuai dengan jenis isolasinya, dengan bukti pengukuran, bukan sekadar pernyataan desain.
  • Bukti pemeliharaan — catatan penggantian filter, hasil pengukuran tekanan antar-ruang, dan laporan re-kualifikasi berkala. Ruangan yang secara desain sudah benar tetap bisa menjadi temuan bila tidak ada rekamannya.

Pola yang berulang: rumah sakit menyiapkan dokumen dengan sangat rapi, lalu tersandung pada aspek fisik yang butuh waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki. Karena itu, bagi rumah sakit yang sedang membangun atau merenovasi, kesesuaian terhadap indikator akreditasi idealnya masuk sejak tahap desain — bukan ditambal menjelang survei.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penilaian Akreditasi Rumah Sakit

Berapa jumlah bab dan standar dalam penilaian akreditasi rumah sakit saat ini?

Instrumen yang ditetapkan KMK HK.01.07/MENKES/1596/2024 disusun dalam 16 bab dengan 228 standar. Angka ini berbeda dari instrumen SNARS Edisi 1 yang terdiri atas 15 bab, sehingga materi lama tidak bisa dipakai untuk memetakan kesiapan. Rincian jumlah elemen penilaian per bab sebaiknya diambil langsung dari dokumen KMK atau dari LIPA yang Anda pilih.

Peraturan apa yang mengatur akreditasi rumah sakit?

Standar penilaiannya diatur KMK HK.01.07/MENKES/1596/2024, yang mencabut KMK 1128/2022. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menjadi payung yang memungkinkan lebih dari satu lembaga penyelenggara akreditasi beroperasi. Untuk aspek bangunan dan prasarana yang ikut dinilai, acuannya adalah Permenkes 6 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Rumah Sakit.

Apakah sertifikat akreditasi lama otomatis hangus setelah standar berganti?

Tidak. Status akreditasi yang sedang berjalan tetap berlaku sampai masa berlakunya habis. Yang berubah adalah instrumen yang dipakai pada siklus reakreditasi berikutnya, beserta lembaga penilai yang bisa dipilih rumah sakit.

Berapa lama persiapan akreditasi biasanya dibutuhkan?

Untuk kesiapan dokumen dan sistem, rumah sakit umumnya membutuhkan beberapa bulan self-assessment dan perbaikan. Namun bila hasil self-assessment menemukan celah pada sarana fisik — misalnya ruang steril yang belum memenuhi klasifikasi kebersihan udara atau pola tekanan yang keliru — rentang waktunya jauh lebih panjang karena melibatkan pekerjaan konstruksi, pengadaan peralatan, dan pengujian ulang. Itulah alasan self-assessment sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal survei diajukan.

Apakah kegagalan pada aspek fisik bisa menggagalkan akreditasi?

Aspek fisik jarang berdiri sendiri sebagai penyebab kegagalan, tetapi ia menyeret nilai beberapa bab sekaligus — keselamatan pasien, manajemen fasilitas, dan pencegahan infeksi — karena elemen penilaian ketiganya saling merujuk pada kondisi ruangan yang sama. Itu sebabnya satu ruang steril yang bermasalah bisa berdampak lebih luas dari yang diperkirakan.

Akreditasi sebagai Jaminan Kualitas Pelayanan

Akreditasi rumah sakit adalah tolok ukur mutu pelayanan kesehatan, dan enam indikator di atas adalah kerangka untuk membaca apa yang sebenarnya dinilai. Dua hal yang paling sering menjadi pembeda antara rumah sakit yang siap dan yang tidak: memakai acuan regulasi yang benar-benar berlaku, dan memeriksa kesiapan fisik fasilitas sedini mungkin.

Bagi Anda yang ingin memastikan ruang steril, ruang operasi, atau ruang farmasi sitostatika di fasilitas kesehatan Anda memenuhi standar yang dinilai saat akreditasi, PT. Sunrise Purification Technology siap membantu — mulai dari konsultasi desain, supply peralatan filtrasi udara, hingga commissioning dan pengujian. Hubungi kami melalui halaman kontak atau kunjungi sunrisepurification.com untuk konsultasi lebih lanjut.