Membangun kamar bedah untuk tindakan mata sering diperlakukan sama seperti membangun kamar bedah umum, lalu dikecilkan. Hasilnya biasanya ruang yang secara angka lolos, tetapi tidak nyaman dipakai: mikroskop tidak mendapat ruang gerak, meja instrumen berdesakan, dan perputaran pasien yang seharusnya cepat justru tersendat di pintu. Operasi katarak adalah tindakan bedah yang paling banyak dikerjakan di dunia, dan volume itulah yang membentuk kebutuhan ruangnya.
Artikel ini merangkum apa yang membedakan ruang operasi mata dari ruang operasi umum, angka tata udara yang biasa dipakai sebagai acuan, dasar hukum yang berlaku di Indonesia pada 2026, dan dua risiko klinis yang justru paling menentukan desain: endoftalmitis dan toxic anterior segment syndrome (TASS).
Apa yang Membuat Ruang Operasi Mata Berbeda
Perbedaannya bukan pada kelas kebersihan udara, melainkan pada pola kerja. Fakoemulsifikasi memakai gelombang ultrasonik untuk memecah lensa yang keruh, lalu lensa itu disedot melalui insisi kecil sekitar 2–3 mm dan diganti lensa intraokular lipat. Sumber klinis Indonesia seperti Alomedika dan Halodoc menggambarkan tindakan ini umumnya rawat jalan, dengan total waktu pasien di fasilitas sekitar 30–45 menit.
Beberapa konsekuensi desainnya:
- Volume tinggi, durasi pendek. Satu kamar bisa menyelesaikan banyak kasus dalam satu sesi. Titik lemahnya berpindah dari ruang bedah ke kapasitas pembersihan instrumen dan alur masuk-keluar pasien.
- Ruang lebih kecil, tetapi lebih padat alat. Tidak ada tim besar seperti bedah jantung, namun mikroskop bedah, mesin fako, dan troli instrumen mikro semuanya mengambil posisi di sekitar kepala pasien.
- Lapangan operasi sangat kecil dan terbuka. Mata yang terbuka selama tindakan tidak boleh terkena aliran udara langsung yang kencang atau kering. Kenyamanan termal operator dan stabilitas aliran udara harus diseimbangkan, bukan dimaksimalkan.
- Mikroskop menghasilkan panas dan menghalangi aliran. Badan mikroskop yang menggantung di atas meja mengganggu pola aliran udara searah dari difuser langit-langit. Posisi difuser perlu direncanakan bersama posisi mikroskop, bukan sesudahnya.
- Pasien sadar. Sebagian besar tindakan memakai anestesi lokal. Kebisingan unit tata udara dan suhu ruang langsung dirasakan pasien yang terjaga.
Standar Tata Udara: ACH, Tekanan, Suhu dan Kelembapan
Acuan teknis yang paling banyak dikutip untuk kamar bedah adalah ANSI/ASHRAE/ASHE Standard 170. Angka yang konsisten muncul di sumber-sumber rujukan standar tersebut untuk ruang operasi:
- Pertukaran udara total minimal 20 kali per jam, dengan sekurang-kurangnya 4 kali per jam berasal dari udara luar.
- Tekanan positif terhadap ruang sekitarnya, dengan beda tekanan minimal 0,01 inci kolom air (sekitar 2,5 Pa). Praktik lapangan di banyak rumah sakit memakai margin lebih besar agar tekanan tidak mudah terbalik saat pintu dibuka.
- Filtrasi akhir tinggi. Standar menyebut efisiensi minimum setara MERV 16, sementara pemakaian filter HEPA sudah menjadi praktik lazim pada kamar bedah.
Untuk suhu dan kelembapan, sumber sekunder yang beredar tidak seragam: ada yang menyebut 20–24 °C (68–75 °F) dengan kelembapan relatif 20–60%, ada yang menyebut rentang lebih sempit 68–73 °F dengan kelembapan 30–60%. Selisih ini biasanya berasal dari perbedaan edisi standar yang dikutip. Karena itu, jangan mengunci spesifikasi tender ke angka dari artikel atau blog; ambil tabel dari edisi Standard 170 yang sedang berlaku saat proyek berjalan.
Hal yang sama berlaku untuk kelas kebersihan. Kamar bedah umum lazim dirancang pada kelas setara ISO 14644-1 Kelas 7 dalam keadaan at rest. Masih sering ditemukan kutipan yang merujuk ISO 14644-1 edisi 1999, padahal standarnya sudah direvisi. Bila ada dokumen desain yang menyebut edisi lama, itu tanda dokumen tersebut perlu diperbarui.
Satu catatan penting: menaikkan ACH tidak otomatis memperbaiki mutu udara. Yang dinilai pada akhirnya adalah hasil pengujian di ruang terbangun. Penjelasan lebih dalam soal cara menghitung dan menafsirkan angka ini ada di pembahasan kami tentang ACH atau air change per hour dan standarnya per ruangan, dan soal pemilihan filter di HEPA filter box.
Dasar Hukum di Indonesia per 2026
Bagian ini paling sering salah dikutip, termasuk oleh dokumen vendor. Beberapa blog teknis masih menulis bahwa acuan wajib di Indonesia adalah Permenkes 24/2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit. Peraturan itu sudah dicabut oleh Permenkes 14/2021. Angka-angka teknisnya masih berguna sebagai rujukan praktik, tetapi bukan lagi kewajiban hukum, dan sebaiknya disebut apa adanya sebagai rujukan praktik.
Rujukan bangunan dan prasarana rumah sakit yang berlaku sekarang adalah Permenkes 6/2026, ditetapkan 12 Juni 2026. Peraturan ini juga mengakhiri rezim kelas rumah sakit A/B/C/D dan mencabut Permenkes 3/2020 serta Permenkes 40/2022. Pasal 84 mencabut 21 peraturan, dan Pasal 83 memberi masa penyesuaian dua tahun bagi fasilitas yang sudah berjalan. Konsekuensi praktisnya untuk perencana: dokumen desain yang menggolongkan ruang berdasarkan kelas rumah sakit perlu ditulis ulang mengikuti kerangka yang baru. Uraian lengkapnya kami bahas di artikel Permenkes 6/2026 tentang standar bangunan dan prasarana rumah sakit.
Untuk baku mutu udara ruang, rujukannya adalah Permenkes 2/2023, yang mencabut Permenkes 7/2019 sepanjang mengatur Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan. Angka yang beredar untuk kamar operasi adalah 35 CFU/m³ pada kondisi kosong dan 10 CFU/m³ untuk kamar operasi ultraclean. Angka ini sebaiknya dikonfirmasi ke naskah resmi di JDIH Kementerian Kesehatan sebelum dipakai sebagai angka penerimaan dalam kontrak.
Bahwa pengujian itu perlu dilakukan sungguh-sungguh bukan kekhawatiran teoretis. Kajian peneliti Universitas Airlangga terhadap rumah sakit di Jawa Timur pada 2019 menemukan lebih dari separuh sampel udara kamar operasi tidak memenuhi baku mutu, dengan nilai tertinggi tercatat 1.885 CFU/m³.
Tata Ruang dan Alur Fakoemulsifikasi
Ruang operasi mata tetap mengikuti prinsip zonasi kamar bedah: pemisahan zona publik, semi-steril, dan steril, dengan alur searah untuk instrumen bersih dan kotor. Dasar zonasi ini sama dengan yang kami uraikan di pembahasan ruang OK, OKA dan IBS.
Yang perlu perhatian khusus pada layanan mata:
- Ruang persiapan dengan kapasitas lebih besar dari biasanya. Karena tindakan singkat, antrean menumpuk di tahap tetes mata midriatik dan penandaan mata. Kapasitas ruang persiapan perlu dihitung dari target kasus per sesi, bukan dari jumlah kamar bedah.
- Jalur masuk pasien yang mudah bagi lansia. Mayoritas pasien katarak adalah lansia, sebagian dengan penglihatan sangat terbatas sebelum tindakan. Lebar pintu, ketiadaan beda tinggi lantai, dan pegangan dinding bukan tambahan opsional.
- Posisi mikroskop sebagai titik awal tata letak. Tentukan dulu sumbu mikroskop dan meja, baru letakkan difuser langit-langit, lampu, dan pendant.
- Ruang pemulihan yang ringkas. Pasien rawat jalan umumnya hanya perlu observasi singkat. Ruang pemulihan tetap diperlukan dan tetap punya persyaratan tata udara sendiri, seperti kami bahas di artikel standar ruang recovery room atau PACU.
- Pintu yang rapat dan konsisten. Kamar bedah dengan perputaran tinggi berarti pintu sering dibuka. Setiap bukaan mengganggu tekanan ruang. Pemakaian pintu hermetic pada ruang operasi membantu menjaga kestabilan tekanan.
Risiko yang Paling Menentukan: Endoftalmitis dan TASS
Di sinilah ruang operasi mata benar-benar berbeda dari kamar bedah lain. Dua komplikasi yang paling ditakuti pada bedah intraokular tidak diselesaikan oleh kelas kebersihan udara.
Endoftalmitis adalah infeksi dalam bola mata pascaoperasi. Ringkasan eksekutif pedoman katarak European Society of Cataract and Refractive Surgeons (ESCRS) 2024 merekomendasikan injeksi intrakameral sefuroksim 1 mg dalam 0,1 mL pada akhir operasi katarak, dengan tingkat bukti kuat (GRADE +++). Dasarnya adalah studi multisenter ESCRS, yang mengaitkan ketiadaan profilaksis sefuroksim intrakameral dengan peningkatan risiko endoftalmitis sekitar 4,92 kali. Tinjauan sistematis pedoman praktik 2008–2023 mencatat bahwa preparat sefuroksim intrakameral siap pakai belum tersedia komersial di banyak negara, sehingga sebagian ahli bedah memakai fluorokuinolon intrakameral sebagai alternatif.
TASS adalah peradangan steril akut segmen anterior yang muncul segera setelah operasi. Penyebab tersering, menurut materi edukasi Cybersight dan pedoman RANZCO, adalah pembersihan instrumen mikro yang tidak memadai, terutama handpiece fako dan irigasi/aspirasi. Residu deterjen enzimatik termasuk faktor yang dicurigai, dengan toksisitas terhadap endotel kornea yang berhubungan dengan dosis.
Rekomendasi yang berulang di pedoman American Academy of Ophthalmology 2018, ASORN, dan satuan tugas ASCRS:
- Jangan memaparkan lumen instrumen pada deterjen; bilas dengan air berlimpah, sebaiknya air destilasi.
- Jaga instrumen tetap lembap sampai dibersihkan.
- Sediakan jumlah set instrumen dan handpiece yang cukup sehingga pembersihan tidak dikejar jadwal.
- Pakai kanula dan selang sekali pakai bila tersedia, dan jangan memakai ulang alat sekali pakai.
- Jangan memakai glutaraldehid.
- Catat pemakaian setiap set instrumen agar sumber TASS dapat dilacak bila terjadi kejadian.
Satu kesimpulan yang pantas digarisbawahi: TASS sebagian besar dapat dicegah melalui protokol pencegahan, pelatihan staf rutin, dan kepatuhan pada pedoman pembersihan serta sterilisasi instrumen intraokular.
Implikasi Desain: Kapasitas CSSD Ikut Dirancang
Gabungan volume tinggi dan sensitivitas TASS pada residu deterjen menghasilkan satu kesimpulan yang sering terlewat: untuk layanan bedah mata, kapasitas dan mutu sterilisasi instrumen adalah pengendali risiko yang lebih menentukan daripada menaikkan ACH kamar bedah. Instrumen mikro berlumen halus, jumlahnya banyak, dan jeda antarkasus pendek.
Karena itu, saat merencanakan kamar bedah mata, hitung sekaligus:
- Jumlah set instrumen per kamar per sesi, dengan cadangan agar tidak ada set yang dibersihkan terburu-buru.
- Kapasitas mesin pencuci dan autoklaf terhadap puncak beban, bukan rata-rata harian.
- Kualitas air bilas akhir, karena air destilasi atau air dengan mutu setara disebut eksplisit dalam pedoman.
- Zonasi dan alur searah di unit sterilisasi, yang kami bahas terpisah di CSSD rumah sakit: zonasi, alur one-way dan standar HVAC.
Daftar Periksa Singkat Sebelum Membangun
- Tetapkan target kasus per sesi lebih dulu; angka ini menentukan ukuran ruang persiapan, pemulihan, dan kapasitas sterilisasi.
- Pakai edisi Standard 170 dan ISO 14644-1 yang sedang berlaku; jangan mengutip edisi lama dari dokumen vendor.
- Rujuk Permenkes 6/2026 untuk bangunan dan prasarana, dan Permenkes 2/2023 untuk baku mutu udara. Jangan menulis Permenkes 24/2016 sebagai kewajiban yang berlaku.
- Rencanakan posisi mikroskop sebelum menentukan letak difuser dan lampu.
- Pastikan tekanan positif tetap terjaga pada kondisi pintu sering dibuka, dan pasang pemantau beda tekanan dengan indikator yang terlihat petugas.
- Minta hasil pengujian serah terima ruang terbangun, bukan hanya pernyataan kesesuaian desain.
- Susun protokol pencegahan TASS bersama instalasi sterilisasi sejak tahap perencanaan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ruang operasi mata harus kelas ISO 5 seperti ruang operasi ortopedi implan?
Tidak otomatis. Kamar bedah umum lazim dirancang pada kelas setara ISO 14644-1 Kelas 7 dalam keadaan at rest, dan bedah mata pada umumnya mengikuti acuan kamar bedah tersebut. Kelas yang lebih ketat biasanya dipertimbangkan untuk tindakan implan ortopedi. Untuk bedah mata, bukti yang kuat justru menunjuk profilaksis antibiotik intrakameral dan mutu pembersihan instrumen sebagai pengendali risiko utama, bukan penurunan kelas kebersihan udara.
Berapa ACH minimal untuk ruang operasi mata?
Acuan yang dipakai sama dengan kamar bedah umum, yaitu minimal 20 pertukaran udara total per jam dengan sekurang-kurangnya 4 kali per jam udara luar menurut ANSI/ASHRAE/ASHE Standard 170. Beberapa sumber komersial Indonesia menyarankan angka di atas 25 kali per jam. Perlu dicatat bahwa angka-angka itu berasal dari blog vendor dan tidak seragam, jadi tetapkan angka proyek dari edisi standar yang berlaku dan dari hasil pengujian ruang.
Apakah ruang operasi mata boleh lebih kecil dari ruang operasi umum?
Dalam praktik, kamar bedah mata memang biasa dibangun lebih ringkas karena jumlah personel dan alat besar lebih sedikit. Namun ukuran minimum tetap harus mengikuti persyaratan teknis yang berlaku serta ruang gerak mikroskop, meja instrumen, dan akses kursi roda. Mengecilkan ruang tanpa memeriksa radius putar mikroskop adalah kesalahan yang sering muncul di gambar kerja.
Apakah satu set instrumen boleh dipakai untuk dua mata pada pasien yang sama?
Pedoman pencegahan TASS menekankan tersedianya jumlah set instrumen dan handpiece yang cukup, serta pembersihan penuh sesuai petunjuk pabrik di antara pemakaian. Dalam hasil penelusuran kami, tidak ditemukan sumber yang secara spesifik mengatur praktik ini untuk operasi katarak bilateral sekaligus, sehingga keputusannya perlu merujuk kebijakan komite pencegahan infeksi rumah sakit dan petunjuk pabrik alat, bukan asumsi.
Perlukah ruang operasi mata memakai aliran udara laminar searah?
Aliran udara searah dari difuser langit-langit umum dipakai di kamar bedah untuk menjaga daerah bersih di atas meja. Pada bedah mata, perhatian tambahannya adalah badan mikroskop yang menghalangi aliran dan mata terbuka yang tidak boleh terkena embusan langsung yang kencang. Pola aliran sebaiknya disimulasikan dengan posisi mikroskop yang sebenarnya, lalu diverifikasi lewat uji visualisasi asap pada tahap serah terima.
Penutup
Ruang operasi mata menuntut ketelitian di tempat yang berbeda dari kamar bedah umum. Angka tata udaranya pada dasarnya mengikuti acuan kamar bedah, dan dasar hukumnya kini Permenkes 6/2026. Namun yang paling menentukan hasil klinis adalah hal-hal yang jarang masuk gambar kerja: kapasitas sterilisasi instrumen mikro, protokol pencegahan TASS, dan kedisiplinan profilaksis endoftalmitis.
PT Sunrise Purification mengerjakan perencanaan dan pembangunan ruang operasi modular beserta sistem tata udaranya, termasuk pengujian serah terima ruang. Bila Anda sedang menyiapkan kamar bedah mata untuk klinik atau rumah sakit, hubungi tim kami untuk membahas kebutuhan ruang dan target kapasitasnya.



