Kualifikasi Cleanroom DQ, IQ, OQ, PQ: Panduan Lengkap Sesuai ISO 14644 & CPOB 2026

Table of Contents

Banyak proyek cleanroom di Indonesia dinyatakan “selesai” begitu hasil uji partikel keluar dan angkanya masuk kelas yang diminta. Padahal satu lembar sertifikat klasifikasi bukanlah kualifikasi. Auditor BPOM maupun auditor pelanggan akan menanyakan hal yang berbeda: mana protokol yang disetujui sebelum pengujian dijalankan, mana bukti bahwa yang terpasang sama dengan yang dirancang, dan mana data yang membuktikan ruangan tetap terkendali saat operator benar-benar bekerja di dalamnya.

Rangkaian pembuktian itulah yang disebut kualifikasi, dan ia berjalan dalam empat tahap berurutan: DQ, IQ, OQ, dan PQ. Artikel ini menguraikan isi tiap tahap, daftar uji yang menjadi rujukan, serta jadwal rekualifikasi yang berlaku, dengan acuan seri standar ISO 14644, pedoman EU GMP Annex 1, dan kerangka CPOB yang berlaku di Indonesia.

Kenapa Klasifikasi Partikel Saja Tidak Cukup

ISO 14644-1:2015 mengatur satu hal saja: klasifikasi kebersihan udara berdasarkan konsentrasi maksimum partikel melayang per meter kubik. Standar ini membagi sembilan kelas, dari ISO 1 yang paling ketat sampai ISO 9 yang paling longgar. Pada ambang ukuran 0,5 µm, batas kumulatifnya antara lain ISO 5 sebesar 3.520 partikel/m³, ISO 7 sebesar 352.000 partikel/m³, dan ISO 8 sebesar 3.520.000 partikel/m³. Pengukurannya memakai light-scattering airborne particle counter.

Yang tidak diatur ISO 14644-1 justru yang paling sering ditanyakan auditor farmasi: standar ini tidak memuat batas cemaran mikroba, dan tidak mengikat pembedaan kondisi at rest versus in operation. Dua hal itu datang dari lapisan regulasi di atasnya. EU GMP Annex 1 versi Agustus 2022, yang mulai berlaku 25 Agustus 2023, menetapkan Grade A sampai D dengan batas partikel untuk dua kondisi sekaligus plus batas mikrobiologis. Di Indonesia, kerangka CPOB yang berlaku adalah Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar CPOB sebagaimana diubah dengan Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2025. Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2018 yang dulu lazim dikutip sebagai “CPOB 2018” sudah dicabut, sehingga dokumen kualifikasi yang masih menyebutnya sebagai dasar hukum perlu diperbarui.

Konsekuensi praktisnya sederhana: menyebut sebuah ruangan “ISO 7” tanpa menyatakan pada status pengujian mana angka itu diambil adalah pernyataan yang belum lengkap. Pembahasan lebih dalam soal pemetaan kelas ini tersedia di panduan lengkap ISO 14644 dan pada ulasan perbandingan Grade A–D EU GMP dengan kelas ISO 14644.

Tiga Status Pengujian yang Wajib Dicantumkan

Sebelum masuk ke DQ sampai PQ, tiga istilah ini harus dipahami karena menentukan angka penerimaan:

  • As-built — instalasi sudah lengkap dan berfungsi, tetapi tanpa peralatan produksi dan tanpa personel.
  • At-rest — peralatan produksi sudah terpasang dan berjalan sesuai kesepakatan, namun tidak ada personel di dalam ruangan. Kondisi inilah yang umumnya dipakai untuk klasifikasi.
  • Operational (atau in operation) — peralatan berjalan dan personel bekerja seperti produksi rutin. Kondisi ini dipakai untuk pemantauan lingkungan rutin.

Selisih hasil antara at-rest dan operational sering mengejutkan pemilik fasilitas baru. Ruangan yang lolos ISO 7 saat kosong bisa gagal ketika lima operator masuk, karena manusia adalah sumber partikel terbesar dalam ruang bersih.

DQ: Design Qualification

DQ membuktikan bahwa rancangan sudah menjawab kebutuhan pengguna sebelum satu panel pun dipasang. Dasarnya adalah User Requirement Specification (URS): kelas kebersihan per ruang, arah dan kaskade tekanan, laju pergantian udara, rentang suhu dan kelembapan, jenis produk yang ditangani, serta kewajiban regulasi yang mengikat.

Keluaran DQ yang layak biasanya memuat perhitungan teknik, gambar tata letak beserta alur personel dan material, spesifikasi AHU dan filter, serta kajian risiko yang menjelaskan mengapa rancangan itu dipilih. Untuk urusan tata letak zona dan pola kaskade tekanan, acuan perancangannya ada pada ISO 14644-4:2022 — edisi kedua yang terbit November 2022 dan menggantikan edisi 2001, dengan tambahan pendekatan manajemen energi. Banyak ringkasan daring masih menulis “ISO 14644-4:2001”, dan itu sudah usang.

Kesalahan DQ paling mahal adalah zonasi yang keliru sejak awal, karena memperbaikinya berarti membongkar dinding. Prinsip pemisahan zona lewat ruang penyangga dibahas terpisah pada artikel airlock dan anteroom dengan pola cascade, sink, dan bubble.

IQ: Installation Qualification

IQ memverifikasi bahwa yang terpasang di lapangan benar-benar sama dengan yang disetujui di DQ. Ini pekerjaan dokumentasi yang membosankan tetapi menyelamatkan banyak audit. Isi khasnya:

  • Pencocokan nomor seri, merek, dan tipe AHU, fan, filter, serta instrumen terhadap spesifikasi pembelian.
  • Verifikasi kelas dan posisi filter HEPA, termasuk bukti factory test certificate tiap unit filter.
  • Sertifikat kalibrasi yang masih berlaku untuk semua instrumen pengukur: manometer beda tekanan, sensor suhu, sensor kelembapan.
  • Kelengkapan gambar terpasang (as-built drawing), diagram P&ID, serta manual dan daftar suku cadang.
  • Pemeriksaan material permukaan: dinding, lantai, plafon, dan sudut coving yang sesuai spesifikasi.

OQ: Operational Qualification

OQ menguji apakah sistem bekerja sesuai rentang parameter yang dirancang, umumnya dalam kondisi at-rest tanpa personel. Di sinilah rangkaian pengujian teknis ISO 14644-3:2019 dijalankan. Standar tersebut memuat metode uji pendukung yang mencakup uji beda tekanan udara, uji aliran udara, uji arah aliran udara dan visualisasinya, recovery test, uji suhu, uji kelembapan, uji kebocoran sistem filter terpasang, containment leak test, uji elektrostatik dan generator ion, uji deposisi partikel, serta uji segregasi.

Beberapa yang paling menentukan dalam praktik:

  • Uji kebocoran filter terpasang. Bukan menguji mutu media filter, melainkan mencari kebocoran pinhole dan kebocoran bypass pada gasket serta rumah filter, dengan cara memberi tantangan aerosol memakai DEHS atau PAO lalu memindai permukaan filter.
  • Uji kecepatan dan keseragaman aliran udara. Memastikan distribusi udara merata, bukan sekadar total volume yang tercapai.
  • Recovery test. Dianjurkan untuk sistem aliran non-unidirectional dan dilakukan pada kondisi as-built atau at-rest. Metode yang dipilih umumnya metode waktu pemulihan 100:1, yakni mengukur berapa lama ruangan pulih setelah diberi tantangan aerosol seratus kali lipat target kebersihannya.
  • Visualisasi aliran udara. Uji asap yang merekam arah aliran nyata di titik kritis; sering menyingkap turbulensi yang tidak terlihat dari angka mana pun.

Metodologi penghitungan partikel dan hal-hal yang membuat hasil uji HEPA gugur dibahas lebih rinci pada artikel validasi HEPA dengan particle counter.

PQ: Performance Qualification

PQ membuktikan ruangan tetap terkendali dalam kondisi kerja nyata: personel lengkap dengan gowning, peralatan berjalan, dan proses berlangsung seperti produksi rutin. Untuk fasilitas steril, bagian mikrobiologis PQ mengacu pada batas EU GMP Annex 1. Batas cemaran mikroba yang direkomendasikan Annex 1 adalah Grade A kurang dari 1 CFU/m³ udara dan kurang dari 1 CFU per 4 jam pada settle plate diameter 90 mm; Grade B 10 CFU/m³ dan 5 CFU per 4 jam; Grade C 100 CFU/m³ dan 50 CFU per 4 jam; serta Grade D 200 CFU/m³ dan 100 CFU per 4 jam. Settle plate dipaparkan selama operasi berlangsung dan diganti paling lama setiap 4 jam.

Untuk produk steril, PQ ruangan biasanya belum dianggap tuntas sampai simulasi proses aseptik dijalankan. Pembahasannya ada pada artikel media fill test untuk validasi proses aseptik. Annex 1 versi 2022 juga menempatkan Contamination Control Strategy sebagai dokumen payung yang mengikat seluruh hasil kualifikasi menjadi satu argumen pengendalian yang utuh — bukan tumpukan laporan uji yang berdiri sendiri.

Jadwal Rekualifikasi: Enam Bulan atau Dua Belas Bulan

Kualifikasi bukan peristiwa sekali seumur hidup. ISO 14644-2:2015 mengatur rencana pemantauan dan interval pengujian ulang. Interval maksimum yang disarankan untuk pengujian konsentrasi partikel udara adalah 6 bulan bagi ruangan kelas ISO 5 dan yang lebih ketat, serta 12 bulan bagi ISO 6 dan yang lebih longgar. Standar ini juga meminta kajian risiko dan rencana pemantauan untuk menentukan frekuensi yang tepat, dan memungkinkan perpanjangan interval bila didukung kajian risiko terdokumentasi serta rekam jejak data pemantauan berkelanjutan yang konsisten memenuhi syarat.

Bagi fasilitas yang mengikuti EU GMP Annex 1, interval maksimum rekualifikasinya adalah 6 bulan untuk area Grade A dan B, serta 12 bulan untuk Grade C dan D.

Di luar jadwal rutin, rekualifikasi juga perlu dipicu oleh kejadian: penggantian filter HEPA, modifikasi tata letak atau ducting, perubahan proses produksi, penambahan peralatan besar, atau kegagalan pemantauan rutin yang berulang.

Kesalahan yang Paling Sering Ditemukan

  • Protokol disusun setelah pengujian. Protokol beserta kriteria penerimaan harus disetujui lebih dulu; data yang dikumpulkan tanpa protokol sulit dipertahankan saat audit.
  • Status pengujian tidak dicantumkan. Sertifikat yang hanya menulis kelas tanpa keterangan at-rest atau operational berpotensi ditolak.
  • Instrumen kedaluwarsa kalibrasi. Satu sertifikat kalibrasi yang lewat tanggal dapat menggugurkan seluruh rangkaian data.
  • Uji kebocoran filter dilewati. Sertifikat pabrik filter bukan pengganti uji kebocoran pada filter yang sudah terpasang, karena mayoritas kebocoran justru terjadi di gasket dan rangka.
  • Dasar hukum usang. Dokumen yang masih merujuk peraturan yang telah dicabut perlu diperbarui ke rujukan yang berlaku.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda validasi dan kualifikasi cleanroom?

Kualifikasi menyasar objek fisik — ruangan, sistem HVAC, dan peralatannya — melalui tahap DQ, IQ, OQ, dan PQ. Validasi menyasar proses yang berjalan di dalamnya, misalnya validasi proses aseptik atau validasi pembersihan. Kualifikasi ruangan umumnya menjadi prasyarat sebelum validasi proses dijalankan.

Apakah DQ boleh dilewati kalau ruangan sudah terlanjur dibangun?

Tidak sepenuhnya. Bila fasilitas sudah berdiri tanpa DQ, praktik yang lazim adalah menyusun dokumen rancangan retrospektif: menetapkan URS, mendokumentasikan kondisi terpasang, lalu menjalankan kajian risiko untuk mengidentifikasi kesenjangan terhadap kebutuhan. Yang tidak bisa dilakukan adalah menandatangani DQ bertanggal mundur.

Berapa lama proses kualifikasi cleanroom biasanya berlangsung?

Durasinya bergantung pada jumlah ruang, kelas kebersihan, dan kesiapan dokumen. Yang perlu diperhitungkan sejak awal adalah waktu penyusunan dan persetujuan protokol, yang kerap lebih panjang daripada pelaksanaan pengujian di lapangan, serta waktu perbaikan bila ada parameter yang gagal dan harus diuji ulang.

Apakah rekualifikasi tetap perlu bila pemantauan harian selalu lolos?

Tetap perlu. Pemantauan rutin dan rekualifikasi berkala adalah dua hal berbeda. Namun ISO 14644-2:2015 memungkinkan interval rekualifikasi diperpanjang bila ada kajian risiko terdokumentasi dan rekam jejak data pemantauan berkelanjutan yang konsisten memenuhi syarat.

Apakah cleanroom non-farmasi juga wajib melalui DQ sampai PQ?

Kerangka DQ–IQ–OQ–PQ berakar pada regulasi GMP, sehingga kewajibannya paling mengikat di industri farmasi dan alat kesehatan. Untuk industri lain seperti elektronik, kosmetik, atau pangan, kerangka yang sama tetap dipakai luas sebagai praktik baik, dengan cakupan uji yang disesuaikan pada kebutuhan proses dan persyaratan pelanggan.

Menyiapkan Kualifikasi Sejak Tahap Rancangan

Pola yang berulang di lapangan: fasilitas dibangun dulu, kualifikasi dipikirkan belakangan, lalu muncul temuan yang menuntut pembongkaran. Padahal sebagian besar kegagalan OQ berakar pada keputusan yang diambil di tahap DQ — kapasitas AHU yang mepet, kaskade tekanan yang tidak konsisten, atau posisi filter yang menyulitkan pemindaian kebocoran.

Cara paling hemat adalah menyusun URS dan daftar uji penerimaan sebelum kontrak konstruksi ditandatangani, sehingga kriteria penerimaan mengikat pelaksana sejak awal. PT Sunrise Purification Technology menangani perancangan, pembangunan, hingga pendampingan kualifikasi cleanroom untuk industri farmasi, alat kesehatan, dan fasilitas kesehatan. Silakan hubungi tim kami untuk membahas kebutuhan fasilitas Anda.

Catatan: angka dan ketentuan pada artikel ini dirangkum dari ISO 14644-1:2015, ISO 14644-2:2015, ISO 14644-3:2019, ISO 14644-4:2022, pedoman EU GMP Annex 1 versi 2022, serta Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2024 sebagaimana diubah dengan Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2025. Untuk penyusunan dokumen kualifikasi resmi, verifikasikan kembali pasal dan klausul terkini pada naskah standar dan peraturan aslinya.