Kalau Anda pernah membaca spesifikasi AHU atau penawaran filter, kode seperti G4, F7, F9, ePM1 60%, atau H13 pasti sudah sering lewat. Masalahnya, kode-kode itu berasal dari tiga standar yang berbeda, dan salah satunya sudah ditarik sejak 2018. Akibatnya banyak dokumen tender di Indonesia masih menulis “medium filter F8” padahal pabrik filternya sudah lama tidak lagi menerbitkan sertifikat F8.
Artikel ini merapikan urutannya: apa arti tiap kelas, standar mana yang masih berlaku, dan bagaimana menerjemahkan spesifikasi lama ke penamaan baru tanpa salah beli.
Tiga standar yang mengatur kelas filter udara
Filter udara tidak diatur satu standar tunggal. Ada pembagian yang cukup tegas berdasarkan seberapa halus partikel yang ditangkap:
- EN 779:2012 — standar lama Eropa untuk filter kasar dan filter halus. Menghasilkan kelas G1–G4, M5–M6, dan F7–F9. Sudah ditarik dan digantikan.
- EN ISO 16890 — standar pengganti yang berlaku sejak masa transisi berakhir pertengahan 2018. Kelasnya ISO Coarse, ISO ePM10, ISO ePM2.5, dan ISO ePM1.
- EN 1822:2019 / ISO 29463 — standar untuk EPA, HEPA, dan ULPA. Di sinilah kelas E10–E12, H13–H14, dan U15–U17 berada. HEPA tidak pernah masuk ke ISO 16890, jadi kalau ada penawaran menulis “HEPA ISO 16890”, itu tanda dokumennya disalin asal.
Di Amerika dipakai ASHRAE 52.2 dengan angka MERV. MERV sering muncul di katalog AHU impor, jadi kadang satu proyek memakai tiga sistem penamaan sekaligus.
Arti G4, M5, F7, F9 pada EN 779
EN 779 memisahkan dua kelompok dengan metode uji yang berbeda, dan ini penyebab kebingungan paling umum.
Filter kasar (G1–G4) dinilai dengan average arrestance: berapa persen berat debu sintetis yang tertahan. G4 berarti arrestance rata-rata di atas 90%. Angkanya terdengar besar, tapi ini berat debu kasar, bukan efisiensi terhadap partikel halus. G4 praktis tidak menahan PM2.5.
Filter halus (M5–F9) dinilai dengan average efficiency terhadap partikel 0,4 µm. Di sini angkanya jauh lebih jujur:
- M5: efisiensi rata-rata 40–60%
- M6: 60–80%
- F7: 80–90%
- F8: 90–95%
- F9: di atas 95%
Kelemahan metode ini yang akhirnya mendorong penggantian standar: banyak media filter halus memakai muatan elektrostatis. Saat masih baru, muatan itu menaikkan efisiensi uji secara signifikan, lalu luruh dalam beberapa minggu pemakaian. Filter F7 di atas kertas bisa berperilaku seperti M5 setelah sebulan terpasang. EN 779:2012 sebenarnya sudah menambahkan uji efisiensi minimum setelah media didischarge dengan isopropanol, tapi pelaporannya tidak sekuat di standar penerus.
ISO 16890: dari 0,4 µm ke ePM1, ePM2.5, dan ePM10
ISO 16890 mengubah cara pandangnya. Alih-alih satu ukuran partikel tunggal, filter diuji terhadap tiga fraksi ukuran yang sama dengan metrik kualitas udara yang dipakai badan kesehatan: PM1, PM2.5, dan PM10. Hasilnya lebih mudah dihubungkan dengan data polusi kota tempat pabrik atau rumah sakit itu berdiri.
Aturan penamaannya:
- Filter masuk satu kelompok (ePM1, ePM2.5, atau ePM10) hanya bila efisiensinya terhadap fraksi tersebut minimal 50%.
- Nilai yang dicantumkan dibulatkan ke bawah per kelipatan 5%. Jadi hasil uji 63% ditulis ISO ePM1 60%.
- Filter yang tidak mencapai 50% terhadap PM10 masuk kategori ISO Coarse, dinilai dengan arrestance seperti cara lama.
- Efisiensi yang dilaporkan adalah rata-rata kondisi awal dan kondisi setelah media didischarge. Efek muatan elektrostatis yang tadinya menutupi performa asli jadi ikut terhitung.
Padanan kasar EN 779 ke ISO 16890
Perlu ditegaskan: tidak ada konversi resmi. Dua standar ini memakai metode uji berbeda, sehingga satu filter bisa jatuh ke kelas ISO yang berlainan tergantung media dan konstruksinya. Tabel di bawah hanya pegangan awal untuk membaca dokumen lama, bukan dasar substitusi.
| Kelas EN 779 | Perkiraan setara ISO 16890 | Pemakaian umum |
|---|---|---|
| G3–G4 | ISO Coarse 60–90% | Pre-filter AHU, pelindung koil |
| M5 | ISO ePM10 50–70% | Filter antara, ruang non-kritis |
| M6 | ISO ePM2.5 50–65% | Filter antara ruang perawatan |
| F7 | ISO ePM1 50–65% | Medium filter sebelum HEPA |
| F8 | ISO ePM1 60–80% | Medium filter cleanroom |
| F9 | ISO ePM1 70–85% | Pelindung HEPA beban tinggi |
Cara aman menulis spesifikasi baru: sebut kelas ISO-nya dan lampirkan kelas EN 779 lama dalam kurung sebagai referensi, misalnya “medium filter ISO ePM1 60% (setara F8)”. Dengan begitu pabrikan tahu persis target efisiensinya dan tim proyek yang terbiasa istilah lama tetap bisa membaca.
HEPA H13, H14, dan mengapa tidak dibandingkan langsung
HEPA diuji dengan cara yang sama sekali berbeda. EN 1822 mencari MPPS (Most Penetrating Particle Size), yaitu ukuran partikel yang paling mudah lolos dari media itu, umumnya di kisaran 0,1–0,25 µm. Efisiensi dinyatakan pada titik terburuk tersebut, bukan pada rata-rata.
- E11: efisiensi total 95% — kelas EPA, bukan HEPA sungguhan meski sering dijual dengan nama itu
- H13: 99,95% total, 99,75% lokal
- H14: 99,995% total, 99,975% lokal
- U15: 99,9995% — masuk kelompok ULPA
Perbedaan H13 dan H14 terlihat kecil di angka, tapi bedanya sepuluh kali lipat pada jumlah partikel yang lolos. Untuk ruang kelas A/B pada produksi steril, H14 yang lazim dipakai. Untuk kamar operasi dan sebagian besar cleanroom kelas ISO 7–8, H13 umumnya sudah memadai. Pilihan ini sebaiknya mengikuti hasil perhitungan ACH dan volume udara ruang, bukan sekadar menaikkan kelas filter karena terasa lebih aman.
Satu hal yang sering terlewat: kelas H13 atau H14 hanya berlaku untuk mediumnya. Begitu filter terpasang, yang menentukan kinerja nyata adalah kerapatan gasket dan rangkanya. Karena itu HEPA terpasang wajib melewati uji kebocoran instalasi dengan scanning aerosol sesuai ISO 14644-3, dan hasilnya menjadi bagian dokumen kualifikasi cleanroom DQ, IQ, OQ, PQ.
Susunan filter bertingkat pada AHU cleanroom
HEPA tidak pernah dipasang sendirian. Debu kasar akan menyumbatnya dalam hitungan minggu dan biaya penggantian HEPA jauh di atas pre-filter. Susunan yang umum dipakai:
- Pre-filter ISO Coarse 60–90% (G4) di sisi masuk AHU, melindungi koil dan blower. Diganti paling sering.
- Medium filter ISO ePM1 50–80% (F7–F9), biasanya tipe bag atau V-cell. Inilah filter yang menentukan umur HEPA.
- HEPA H13/H14 di terminal ruangan, dipasang pada housing dengan damper atau di modul laminar air flow untuk zona kritis.
Menghemat di tahap medium filter hampir selalu berakhir lebih mahal. Mengganti F8 dua kali setahun jauh lebih murah daripada mengganti satu set HEPA terminal lebih cepat dari jadwal, belum termasuk biaya validasi ulang setelah penggantian.
Kapan filter diganti
Patokannya bukan kalender, melainkan pressure drop. Setiap filter punya tekanan akhir yang direkomendasikan pabrikan, dan penggantian dilakukan saat nilai itu tercapai atau saat laju udara ruang sudah turun di bawah batas desain. Sebagai gambaran umum, pre-filter sering diganti di kisaran 150–250 Pa, medium filter 300–450 Pa, dan HEPA 400–600 Pa, tetapi angka pasti harus diambil dari data sheet filter yang benar-benar terpasang.
Karena itu magnehelic atau sensor tekanan diferensial di tiap tingkat filter bukan aksesori tambahan. Tanpa itu, penggantian jadi menebak. Pembacaan tekanan yang naik mendadak juga sinyal awal ada masalah lain, misalnya setelan damper yang bergeser atau filter yang terpasang miring.
Biaya energi yang jarang dihitung
Harga beli filter biasanya bagian terkecil dari total biayanya. Filter menahan aliran udara, dan tahanan itu harus dilawan blower selama AHU menyala. Untuk unit yang beroperasi 24 jam seperti di rumah sakit dan pabrik farmasi, konsumsi listrik akibat tahanan filter selama satu tahun bisa melampaui harga filternya sendiri beberapa kali lipat.
Inilah alasan Eurovent menerbitkan klasifikasi energi filter (A+ sampai E) berdasarkan estimasi konsumsi tahunan pada kondisi uji standar. Dua filter dengan kelas efisiensi ISO yang sama bisa berbeda jauh kelas energinya, tergantung luas media dan konstruksi kantong. Saat membandingkan penawaran, minta tiga angka sekaligus: kelas ISO 16890, initial pressure drop pada laju udara desain, dan kelas energi Eurovent.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah filter F7 masih boleh dipakai?
Filternya boleh, penamaannya yang sudah usang. Produk yang dulu bersertifikat F7 tetap dijual dan berfungsi, hanya saja sertifikat barunya diterbitkan dengan kelas ISO 16890. Kalau spesifikasi proyek menulis F7, minta vendor mencantumkan padanan ISO-nya agar terbukti diuji dengan metode yang berlaku.
Apa beda ePM1 60% dan F8?
ePM1 60% berarti filter menangkap sekitar 60% partikel berukuran sampai 1 µm, diuji termasuk setelah muatan elektrostatisnya dihilangkan. F8 berarti efisiensi rata-rata 90–95% terhadap partikel 0,4 µm saja. Angka F8 terlihat lebih besar hanya karena metode ujinya berbeda, bukan karena filternya lebih baik.
Apakah HEPA perlu pre-filter kalau udara ruangnya sudah bersih?
Perlu. Bahkan pada sistem resirkulasi, partikel dari personel, proses, dan material tetap masuk ke aliran balik. Tanpa penyaringan bertingkat, beban itu langsung diterima HEPA dan umur pakainya turun drastis.
Apakah kelas filter menentukan kelas cleanroom?
Tidak sendirian. Kelas kebersihan ruang ditentukan kombinasi filter, jumlah pertukaran udara, pola aliran, tekanan antar ruang, dan disiplin operasional. Filter H14 di ruang dengan ACH kurang dan tanpa kaskade tekanan tetap tidak menghasilkan kelas yang diinginkan. Pembahasan lengkapnya ada di artikel cleanroom adalah: pengertian dan kelas ISO 14644, serta pada penerapan ruang isolasi tekanan negatif.
Ringkasnya
Gunakan ISO 16890 sebagai acuan utama untuk filter kasar dan halus, simpan kode EN 779 hanya sebagai catatan pembanding, dan perlakukan HEPA sebagai standar terpisah di bawah EN 1822. Saat menulis spesifikasi, sebut kelas ISO, laju udara desain, pressure drop awal, dan tekanan akhir penggantian. Empat angka itu yang membuat penawaran dari vendor berbeda benar-benar bisa dibandingkan.
Sunrise Purification menyediakan filter udara untuk aplikasi cleanroom, rumah sakit, dan industri farmasi, mulai pre-filter, medium filter, sampai HEPA terpasang berikut housing dan pengujiannya. Hubungi tim kami bila Anda perlu bantuan menyusun susunan filter untuk AHU yang sedang dirancang atau sedang dievaluasi ulang.



