Pertengahan September nanti, Jakarta kedatangan pameran yang selama ini absen dari kalender industri Indonesia: Cleanroom Indonesia Expo 2026, berlangsung 9–11 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2. Penyelenggara memposisikannya sebagai platform pertama di Indonesia yang khusus mengangkat teknologi ruang bersih dan pengendalian kontaminasi, dan acara ini digelar berbarengan dengan Refrigeration & HVAC Indonesia yang tahun ini memasuki edisi ke-11 dengan sekitar 260 peserta pameran. Keduanya dikelola PT Pelita Promo Internusa.
Bagi manajer pabrik farmasi, kepala teknik rumah sakit, atau pemilik pabrik makanan yang sedang menimbang investasi fasilitas bersih, tiga hari itu bisa jadi sangat produktif atau sangat membingungkan. Bedanya ada pada persiapan. Datang tanpa angka di tangan berarti pulang dengan setumpuk brosur dan tidak satu pun perbandingan yang bisa dipakai. Artikel ini menyusun apa yang sebaiknya sudah beres sebelum Anda menginjak lantai pameran.
Apa yang Sebenarnya Dipamerkan di Cleanroom Indonesia Expo 2026
Menurut keterangan penyelenggara, cakupan pameran menyasar ekosistem ruang bersih secara utuh, mulai dari produsen peralatan dan penyedia solusi pengendalian kontaminasi hingga perancang fasilitas dan integrator sistem. Sektor yang dibidik pun tidak hanya farmasi: semikonduktor, bioteknologi, alat kesehatan, dan pengolahan pangan masuk dalam daftar.
Co-location dengan Refrigeration & HVAC Indonesia bukan detail sepele. Ruang bersih pada dasarnya adalah persoalan HVAC. Kelas kebersihan yang Anda kejar ditentukan oleh sistem penanganan udara, bukan oleh dinding panel atau pintu interlock semata. Tema RHVAC edisi ini, “Smart & Efficient Cooling”, juga menyinggung sistem iklim data center dan solusi modular hemat energi — dua hal yang relevan kalau proyek Anda punya batas anggaran operasional yang ketat.
Konsekuensinya praktis: Anda bisa membandingkan pemasok AHU, filter, dan panel di satu kunjungan. Tapi itu hanya berguna kalau spesifikasi yang Anda bawa sudah setara antar-vendor.
Checklist 1: Kunci Kelas Kebersihan Sebelum Bicara Harga
Kesalahan paling mahal yang berulang di proyek ruang bersih Indonesia adalah meminta penawaran tanpa menetapkan kelas terlebih dahulu. Vendor akan mengisi kekosongan itu dengan asumsinya sendiri, dan penawaran yang masuk jadi tidak bisa dibandingkan.
Kerangkanya sudah baku. ISO 14644-1:2015 membagi kebersihan udara menjadi sembilan kelas, ISO 1 sampai ISO 9, berdasarkan konsentrasi maksimum partikel per meter kubik pada ukuran 0,1 µm hingga 5 µm. Untuk fasilitas farmasi, pemetaannya ke grade EU GMP berjalan seperti ini:
- Grade A dan B harus memenuhi ISO Kelas 5. Batasnya 3.520 partikel/m³ untuk ukuran ≥0,5 µm dan 29 partikel/m³ untuk ≥5,0 µm.
- Grade C memenuhi ISO Kelas 7.
- Grade D memenuhi ISO Kelas 8.
Satu hal yang sering dilewatkan saat negosiasi: klasifikasi wajib diukur dalam dua kondisi, at rest (peralatan menyala, tanpa personel) dan in operation (operator bekerja, proses berjalan). Vendor yang hanya menjamin angka at rest sebenarnya menjamin lebih sedikit daripada yang Anda kira, dan selisih itu baru ketahuan saat kualifikasi. Pemetaan grade ke kelas ISO ini kami bahas lebih dalam di panduan Grade A/B/C/D EU GMP vs ISO 14644.
Bawa satu lembar berisi: kelas target per ruang, kondisi pengukuran yang disepakati, dan proses apa yang berjalan di dalamnya. Itu saja sudah mengubah kualitas percakapan di booth.
Checklist 2: Siapkan Angka Teknis, Bukan Sekadar Istilah
Kata “HEPA” di brosur nyaris tidak berarti apa-apa tanpa kelas efisiensinya. Standar EN 1822 (edisi 2019) memberi pembeda yang tegas:
- H13 menahan 99,95% partikel pada MPPS.
- H14 menahan 99,995% pada MPPS, dengan penetrasi lokal maksimum 0,005%. Artinya sepuluh kali lebih sedikit partikel lolos dibanding H13.
MPPS sendiri adalah most penetrating particle size, ukuran partikel yang paling sulit ditangkap filter, umumnya berada di rentang 0,1–0,2 mikron. Pengujiannya dilakukan di pabrik, per unit filter. Dalam sistem ISO 29463, filter H14 menurut EN 1822 setara kelas ISO 45 H.
Praktik lapangan yang lazim: H13 memadai untuk sebagian besar aplikasi rumah sakit, sementara H14 menjadi patokan untuk ruang bersih farmasi, terutama sebagai filter terminal di Grade A dan B. Perbedaan harganya nyata, jadi menaikkan semua ruang ke H14 tanpa alasan proses adalah pemborosan yang tidak menambah kepatuhan.
Selain kelas filter, siapkan juga pertanyaan soal konfigurasi bertingkat: pre-filter, medium filter, lalu HEPA. Susunan ini menentukan umur pakai filter terminal dan biaya penggantian tahunan, yang biasanya baru terasa di tahun kedua operasi. Rinciannya ada di artikel sistem filter cleanroom bertingkat.
Checklist 3: Peta Regulasi Indonesia yang Berlaku ke Proyek Anda
Standar internasional menentukan angka teknis, tetapi yang menentukan lolos-tidaknya inspeksi adalah regulasi nasional. Untuk industri farmasi, acuan utamanya adalah Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang CPOB, yang telah diubah dengan Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2025. Pedoman CPOB mengacu pada PIC/S GMP Guide dan WHO Technical Report Series, sehingga isinya sejalan dengan Annex 1 untuk produk steril.
Tahun ini ada tambahan yang perlu dicatat pelaku industri: Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2026 mengatur standar Cara Pembuatan Eksipien yang Baik. Untuk eksipien steril, pembuatannya harus mengikuti persyaratan CPOB sediaan steril sebagaimana diatur dalam PerBPOM 7/2024 beserta perubahannya. Kalau lini produksi Anda menyentuh eksipien, ini memperluas cakupan fasilitas yang perlu dikualifikasi.
Semangat Annex 1 di 2026 juga bergeser dari dokumen ke bukti harian. Regulator mengharapkan demonstrasi bahwa risiko kontaminasi terkendali setiap hari, di setiap shift dan setiap sistem, dengan strategi pengendalian kontaminasi yang mencerminkan operasi sebenarnya, bukan dokumen yang disusun sekali lalu disimpan. Konsekuensinya, saat berbicara dengan vendor monitoring di pameran, pertanyaan yang tepat bukan “apakah alat ini sesuai Annex 1” melainkan “data apa yang dihasilkan alat ini setiap hari dan bagaimana bentuk laporannya saat auditor meminta”.
Checklist 4: Dokumen dan Pertanyaan yang Dibawa ke Booth
Berikut daftar minimum yang membuat kunjungan tiga hari itu menghasilkan sesuatu yang bisa ditindaklanjuti:
- Denah dan ketinggian plafon ruang calon fasilitas, termasuk posisi kolom dan area servis. Tanpa ini, diskusi tata letak AHU dan ducting hanya jadi perkiraan kasar.
- Daftar ruang dengan kelas targetnya, plus proses yang berjalan di tiap ruang.
- Rencana beban personel dan alat per ruang. Jumlah orang memengaruhi beban partikel dan panas, dan langsung berdampak pada perhitungan laju pertukaran udara.
- Kebutuhan tekanan diferensial antar-ruang, khususnya arah kaskade untuk area yang menangani bahan berbahaya atau produk steril.
- Anggaran operasional tahunan, bukan hanya anggaran investasi. Konsumsi listrik AHU dan penggantian filter adalah biaya yang berjalan terus.
- Pertanyaan tentang lead time dan dukungan purnajual: berapa lama pengadaan filter pengganti, apakah ada teknisi lokal, dan bagaimana penanganan komponen kritis saat sistem berhenti.
Satu pertanyaan tambahan yang layak diajukan ke setiap vendor: dokumen apa yang mereka serahkan untuk mendukung kualifikasi. Sertifikat uji filter per unit, laporan pengujian pabrik, dan data teknis peralatan adalah bahan mentah dokumen kualifikasi Anda nanti. Vendor yang tidak menyiapkannya akan memindahkan pekerjaan itu ke tim Anda.
Yang Biasanya Terlewat: Biaya Setelah Fasilitas Berdiri
Pameran secara alamiah menyorot barang yang bisa dipajang. Yang tidak dipajang justru sering menentukan apakah fasilitas bisa dioperasikan secara legal.
Pertama, kualifikasi. Rangkaian DQ, IQ, OQ, dan PQ untuk sistem HVAC memakan waktu dan butuh perencanaan sejak tahap desain, bukan setelah instalasi selesai. Menunda pembahasan ini sampai konstruksi rampung adalah cara paling umum membuat jadwal produksi mundur berbulan-bulan. Alur lengkapnya kami uraikan di panduan kualifikasi HVAC cleanroom farmasi.
Kedua, monitoring lingkungan yang berjalan setelah serah terima. Titik sampling, frekuensi, serta batas alert dan action perlu ditetapkan sejak awal karena memengaruhi posisi port sampling di ducting dan plafon. Memasang port setelah plafon terpasang selalu lebih mahal.
Ketiga, kompetensi operator. Fasilitas kelas ISO 7 yang dioperasikan tanpa disiplin gowning akan menghasilkan pembacaan partikel setara ruang biasa. Anggaran pelatihan biasanya kecil dibanding nilai proyek, tapi dampaknya terhadap hasil pengukuran besar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan dan di mana Cleanroom Indonesia Expo 2026 berlangsung?
Pameran digelar 9–11 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Jakarta, bersamaan dengan Refrigeration & HVAC Indonesia. Detail jam operasional dan pendaftaran pengunjung sebaiknya dikonfirmasi langsung ke penyelenggara, PT Pelita Promo Internusa, karena informasi ini dapat berubah menjelang hari-H.
Apakah pameran ini relevan untuk rumah sakit, bukan hanya pabrik farmasi?
Relevan. Cakupan yang diumumkan penyelenggara mencakup alat kesehatan dan bioteknologi, sementara kebutuhan HVAC ruang operasi, ruang isolasi, dan farmasi rumah sakit bersinggungan langsung dengan teknologi yang dipamerkan. Untuk rumah sakit, patokan filter terminalnya umumnya H13, berbeda dari fasilitas farmasi steril yang mengarah ke H14.
Apa bedanya ISO 14644-1 dengan CPOB, dan mana yang harus dipakai?
Keduanya dipakai bersamaan. ISO 14644-1:2015 memberi metode klasifikasi dan batas jumlah partikel, sedangkan CPOB (PerBPOM 7/2024 sebagaimana diubah PerBPOM 7/2025) adalah regulasi yang mengikat secara hukum di Indonesia dan menetapkan grade mana yang wajib untuk tiap tahap proses. Praktiknya, CPOB menentukan grade yang dibutuhkan, lalu ISO 14644-1 menentukan cara membuktikan grade itu tercapai.
Berapa lama sebaiknya persiapan dilakukan sebelum datang ke pameran?
Denah, daftar ruang, dan kelas target idealnya sudah final sebelum keberangkatan. Untuk proyek yang belum punya denah, dua sampai tiga minggu biasanya cukup menyusun kebutuhan ruang dan estimasi beban personel pada tingkat yang memadai untuk diskusi awal dengan vendor.
Menutup
Cleanroom Indonesia Expo 2026 memberi kesempatan langka membandingkan banyak pemasok dalam satu ruangan, dan berbarengan dengan pameran HVAC yang sudah mapan. Nilai kunjungannya ditentukan oleh apa yang Anda bawa masuk, bukan oleh berapa banyak booth yang disinggahi. Kelas kebersihan yang sudah dikunci, denah di tangan, dan pemahaman regulasi yang berlaku akan membuat percakapan di booth menjadi teknis sejak menit pertama.
PT Sunrise Purification mengerjakan perancangan dan pembangunan fasilitas ruang bersih serta sistem HVAC untuk industri farmasi, rumah sakit, dan pangan di Indonesia. Bila Anda sedang menyusun kebutuhan sebelum pameran atau ingin meninjau kembali spesifikasi yang sudah ada, tim kami dapat membantu menyiapkan daftar teknis yang bisa langsung dibandingkan antar-vendor.



